Sabtu, 22 Januari 2022

Layu Bunga di Maybrat

sumber foto: www.viva.co.id

Oleh : Pudji Widodo

Engkau yang terbaring lelap,
Tersenyum tulus menahan derita.
Melupakan luka menganga,
Ulah mereka yang kita sebut saudara.

Pulanglah kawan, penuhi panggilan Tuhan.
Panjang usiamu telah ditentukan,
Ketika Tuhan mengijinkan,
Ragamu ditembus letusan senapan.

Saat kau akan membangun jembatan.
Telah kau darmakan semua kemampuan.
Mewujudkan damai dan kesejahteraan,
Agar saudara kita tak terbenam ketertinggalan.

Kini bendera merah putih telah terlipat.
Kelak kami yang meneruskan.
Mengibarkan kembali bendera kewajiban.
Sesuai pesan pahlawan.

"Bila kalian bertanya,
Apakah aku telah berjasa?"
Tak ada,
Aku hanya melakukan kewajiban,
Yang Ibu Pertiwi amanatkan.

Dalam kepedihan kami naikkan hormat.
Semoga kau tenang beristirahat, damai di keabadian.
Bunga pusara layu, asap dupa pun menghilang,
Namun bunga baktimu harum selamanya terkenang (pw).

Pudji Widodo,
Sidoarjo, 22012022 (96).

Mengenang almarhum Serda Miskel Rumbiak, anggota TNI Yonzipur 20/PPA, yang gugur di Distrik Aifat Timur, Kab. Maybrat, Papua Barat  [1].



Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "[Puisi] Layu Bunga di Maybrat", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/pudji83367/61ebaf2306310e39540874f6/puisi-layu-bunga-maybrat

Kreator: Pudji Widodo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bawalah aku pergi

Ilustrasi : iStockphoto/Motortion via CNN Indonesia , 24/5/2022. Bawalah aku pergi Pelan tapi pasti Rully merasu...